Selasa, 11 September 2012

Budaya Asing Yang Patut Di Contoh


My life, seputar pengalaman hidup

Budaya Asing
Sepeti yang kita ketahui bahwa budaya asing yang negeri kita terima selama ini berawal dari trendinya suatu kebudayaan luar negeri melalui entertainmen , hiburan , seperti boyband , fashion , film. Sebenarnya maksud dari Negara yang memproduksikan media entertainment tersebut adalah industry atau mata pencaharian baginya ,dengan memamerkan budayanya hingga go Internasional.

Dan sebagai Negara yang masih minim kemampuannya Indonesia hanya bisa bersifat konsumtif, padahal budaya dalam negeri sungguh beragam untuk di kembangkan go internasional, sehingga kita seolah – olah pengalihan dari mengkonsumsi budaya asing yang masuk, ternyata Negara tetangga mengembangkan budaya kita hingga mengakuinya sebagai budaya miliknya, jadi siapa yang salah?
Apakah mereka yang mengakuinya? Tentu tidak mereka peduli dan melestarikannya ,sedangkan kita hanya berlabel sebagai pemilik budaya kita sendiri yang hanya koleksi dan tidak melestarikannya.  Jadi begitulah apa yang terjadi di Negara kita setelah budaya diambil barulah ribut,  padahal kita seharusnya melestarikan budaya semua yang ada di negeri ini, dan tetap bisa menikmati hiburan  dari luar negeri dengan cara menerimanya dengan filter dan ambil apa saja yang patut di contoh dari budaya asing yang mereka pamerkan.
Contoh: jika anda tahu orang Amerika bila membaca suatu media baca, kecepatan kata per menitnya diatas 350-400, sedangkan Indonesia Koran pagi setelah digunakan baca Koran tersebut bisa dibilang hilang , sekali pakai buang, dan kecepatan membaca orang Indonesia hanya sekitar 200-300 kata per menitnya,  di Amerika membaca 300 kata permenititulah orang buta huruf. Jadi kita tentu tahu apa yang harus kita contoh.

Jepang tak peduli seberapa tingginya orang di sana memiliki jabatan , di pagi hari sekali mereka telah bangun dan di hari libur mereka melakukan aktifitas pertamanya dengan membersihkan lingkungan rumahnya, mengguntingrumput, menyapu halaman dan sebagainya, sedangkan Indonesia, yang biasamembersihkanataumengguntingrumputadalahtukangkebunataupetani, mereka yang berprofesi di bidang nya saja melakukan aktifitasnya setelah mereka sarapan dan menunggu pagi mulai muncul bukan pagi hari sekali seperti budaya orang jepang diatas sebelumnya, tentu kita bisa menarik contoh yang patut di tiru disini.
Dan dalambekerja orang Eropa, sekitar jam 07.00 apa yang mereka lakukan kita bisa lihat di pinggir jalanan umum mereka berbondong-bondong mencari nafkah( berjalan menuju ke tempat bekerjanya) demi kebutuhan hidupnya dapat kita perhatikan dari wajah –wajah mereka yang penuh semangat dan konsisten.
Dan di Jepang kita apakah bisa melihat orang berjalan sesantai di Indonesia?Tentu tidak di hari kerja mereka berjalan cepat itulah ungkapan orang Indonesia, padahal mereka sudah di tanamkan sejak dini untuk hidupseperti itu demi menggapai kesejahteraan kelak. Dan mereka berangkat pagi dan pulang malam hari, rasa lelah mereka , mereka  menikmati di kedai atau makan malam bersama keluarga di rumah.
Tentu dari berbagai contoh budaya di atas kita sebagai generasi penerus Indonesia dapat mengambil contoh dari mereka, untuk membantu perkembangan negeri ini agar lebih baik,.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar